Chrysostoma Cleo

YESU UFAM TOBIE

Tyroid Disese

Kelenjar tiroid ialah organ endokrin yang terletak di leher manusia. Fungsinya ialah mengeluarkan hormon tiroid. Antara hormon yang terpenting ialah Thyroxine (T4) dan Triiodothyronine (T3). Hormon-hormon ini mengawal metabolisma (pengeluaran tenaga) manusia. Sel-sel tiroid adalah satu-satunya sel dalam badan yang boleh menyerap iodin yang diambil dalam makanan manusia. Iodin ini akan bergabung dengan asid amino tirosina yang kemudiannya akan ditukar menjadi T3 dan T4. Dalam keadaan normal peratus pengeluaran T4 adalah 80% manakala T3 15%. Baki 5% adalah hormon-hormon lain seperti T2. T3 dan T4 membantu sel menukar oksigen dan kalori kepada tenaga. T3 adalah lebih aktif daripada T4. T4 yang tidak aktif itu akan ditukar kepada T3 oleh enzim 5-deiodinase yang ada di dalam hati dan buah pinggang. Proses ini berlaku di organ-organ lain seperti hipotalamus yang berada di bagian otak. Hormon-hormon lain yang berkaitan dengan fungsi tiroid ialah TRH dan TSH. Hormon-hormon ini membentuk satu system yang kompleks. TRH dikeluarkan oleh oleh hipotalamus. TRH ini menyebabkan pituitari mengeluarkan TSH. TSH pula akan menyebabkan tiroid mengeluarkan T3 dan T4. Oleh itu apa-apa yang mencacatkan salah satu proses di atas akan menyebabkan berlakunya masalah tiroid. Penyakit kelenjar tiroid antara orang-orang yang berisiko menghadapi masalah penyakit kelenjar tiroid ialah: perempuan, mengidapi sakit pituitari atau endokrin yang lain, usia lebih 60 tahun dan merokok.
Ada dua jenis penyakit tiroid yang utama:
Hipertiroidisme / Tirotoksikosis
Hipotiroidisme

Dalam test hyperthyroidism / thyrotoxicosis, hormon tiroid T3 dan T4 didapati lebih tinggi daripada orang biasa. Antara penyebab penyakit ini ialah : Grave’s disease. Antibodi di dalam badan menyebabkan tiroid membesar dan mengeluarkan lebih hormon. Selalunya semua (atau sebahagian besar) sel tiroid orang yang menghidapi penyakit ini mengeluarkan hormon berlebihan Thyroiditis (tiroid bengkak). Tanda-tanda orang yang menghidapi hipertiroidisme atau graves disease: Bengkak di leher, degupan jantung bertambah, sentiasa berdebar-debar, gementar dan gelisah, terketar-ketar, haid tidak teratur, kurang atau tidak datang kesuburan turun, penumpuan kurang, mata menjadi besar (bulging), angin yang tidak menentu, kejang otot, oesteoporosis (keropos tulang), pengeluaran peluh banyak, bertambah. Kulit lembab, suhu badan naik, tak tahan panas, rambut tidak kuat, sukar bernafas, sukar tidur, tekanan darah naik, turun berat badan walaupun selera naik, lemah. Orang yang menghidap hypothyroidism pula tidak mempunyai hormon tiroid yang cukup.

Penyakit tyroid saat ini 2% s/d 5 % adalah kebanyakan wanita, wanita tersebut 1% s/d 2% adalah wanita reproduktif. Tidak terkecuali juga terkena pada wanita hamil. Artikel ini akan memberikan gambaran tentang penyakit gondok pada saat wanita sebelum kehamilan (antepartum) dan setelah kehamilan (sepostpartum). Pada masa tersebut, baik sebelum kehamilan (antepartum) dan setelah kehamilan (sepostpartum) bisa terserang penyakit tersebut. Tinjauan ini akan menerangkan keburukan penyakit gondok secara umum pada masa kehamilan berdasarkan banyak keluhan dari pasien pada umumnya.

Beberapa keburukan thyroid terjadi pada saat masa kehamilan dan kekebalan terhadap penyakit tersebut. Ini sering dialami dengan memberikan antibodi untuk kekebalan terhadap penyakit tersebut. Yang mana kemudian mempengaruhi jalan fungsi kelenjar gondok. Antibodies yang dimaksudkan akan memperbaiki kerusakan sel gondok terhadap radang gondok (lymphocytic thyroiditis). Yang akan merusakkan antibodies dapat mengurangi fungsi gondok untuk hypothyroidism. Baik di tangan dan badan. Untuk membuat antibodies jaringan gondok melawan fungsi sel gondok yang terjangkit.

Masalah postpartum thyroiditis baru-baru ini adalah ditemukannya jengkal spektrum hiper kedua-duanya dan hypothyroidism. Kondisi ini, akan dirawat setelah terjadi kehamilan, dapat menghasilkan antibodies untuk jaringan gondok yang rusak, dengan demikian pasif hormon gondok akan melepaskan ke dalam bloodstream dan memproduksi hyperthyroidism. Selama tahap kesembuhan, ini akan dapat ditangani, memproduksi ataupun kegagalan gondok secara permanen. Kondisi umum, yang terjadi antara 8% s/d 10% untuk semua wanita setelah kehamilan.

Hypothyroidism akan meningkat frekwensinya selama pasien dalam masa haid, dan kekurangan haid ( amenorrhea ). Bisa terjadi dengan ovulation dan gambaran untuk hypothyroidism atau berhubungan dengan perubahan hormonal. Untuk contoh, beberapa pasien dengan hypothyroidism, menghasilkan sejumlah kelenjar-kelenjar pituitari yang ditingkatkan oleh hormon dikenal sebagai prolactin. Ditingkat prolactin dapat dikeluarkan pada masa haid normal. Autoimmune ovarian akan hidup pada waktu sama dengan hypothyroidism, dengan bersifat merusak antibodies diarahkan melawan ovarian jaringan. Hyperthyroidism boleh juga berhubungan dengan tidak datang masa haid, dan ketidaksuburan secara umum. Penyakit ini harus dipertimbangkan pasien dalam pemeriksaan untuk masalah haid atau ketidaksuburan.

Jika kita pernah atau mengalami penyakit ini kita harus konsultasi kepada dokter, baik sebelum kehamilan ataupun sesudah kehamilan. Level gondok abnormal sebelum kehamilan dapat membuat akan sulit, terhadap bayi terutama sebelum penyakit ini berkembang kira-kira minggu kesepuluh kehamilan

Jika ditandai nya penyakit hyperthyroidism, maka dokter akan mengetes darah pasien yang terkena gondok untuk merangsang immunoglobulins ( TSI’s ), antibodies gondok yang akan menyebabkan penyakit tersebut aktif atau tidak dan dapat mengakibatkan efek samping terhadap bayi selama kehamilan.

Sebab yang lain untuk pengetesan penyakit tersebut dengan test TSH untuk mengetahui kehamilan. Selama kehamilan akan bertambah secara terus-menerus. Jika gondok underactive, itu bisa membuat kelebihan hormon selama kehamilan. Karena itu, dokter akan menggunakan test TSH untuk mengetes apakah dosis hormon gondok perlu ditingkatkan selama kehamilan.

Jika kita terlahir pernah terkena penyakit tersebut kita harus ceritakan kepada dokter untuk memastikan penyakit tersebut masih ada atau tidak baik setelah kehamilan. Level abnormalnya sebelum kehamilan dapat membuat lebih sulit. Terutama sebelum penyakit gondok berkembang kira-kira minggu kesepuluh kehamilan

Sebab yang lain untuk re-testing gondok adalah terhadap test TSH selama kehamilan. Selama kehamilan pertambahan secara terus-menerus terhadap fungsi induk gondok. Jika gondok underactive, ini bisa membuat kelebihan hormon selama kehamilan. Karena itu, dokter akan menggunakan test TSH.

Jika terjangkit hyperthyroidism, dokter akan mengetest darah untuk merangsang immunoglobulins ( TSI’s ), antibodies gondok yang digunakan terhadap penyakit tersebut untuk tidak berkembang dan akan dapat efek samping terhadap bayi pada selama kehamilan, jika level darah penyerang kuman kita masih aktif. Situasi ini dapat dirasakan sepenuhnya, bahkan dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet hormon gondok sekali sehari untuk perlakuan underactive gondok. Gangguan fungsi thryroid biasanya terjadi pada wanita yang habis melahirkan dan pada masa premenopause. Dengan pemeriksaan darah yang sederhana sudah dapat diketahui kelainan ini sehingga segera dapat dilakukan pengobatan yang tepat, dengan demikian tubuh akan kembali ke keadaan yang normal. Pada anemia, rendahnya kadar hemoglobin dalam darah akan menganggu penghantaran oksigen ke seluruh tubuh padahal oksigen sangat diperlukan untuk menghasilkan energi. Hal ini biasanya terjadi pada wanita yang habis menstruasi yang berat.
II.1. Perencanaan Kehamilan Terhadap Wanita Penyakit Gondok

II.1.1. Hypothyroidism

Hypothyroidism adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid. Penyebab hypothyroidsm yang paling sering ditemukan adalah tiroiditis hashimoto. Pada tiroiditis hashimoto, kelenjar tiroid seringkali membesar dan hipothyroidism terjadi beberapa bulan kemudian akibat rusaknya daerah kelenjar yang masih berfungsi. Penyebab kedua tersering adalah pengobatan terhadap hypothyroidism. Baik yodium radioaktif maupun pembedahan cenderung menyebabkan hypothyroidism. Penyebab lainnya adalah kekurangan yodium jangka panjang dalam makanan dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Hypothyroidism ditandai dengan gejala: nafsu makan berkurang,
sembelit, pertumbuhan tulang dan gigi yang lambat suara serak, berbicara lambat, kelopak mata turun, wajah bengkak, rambut tipis, kering, dan kasar, kulit kering, kasar, bersisik, dan menebal denyut nadi lambat, gerakan tubuh lamban, lemah, pusing, capek, pucat, sakit pada sendi atau otot, tidak tahan terhadap dingin, depresi, penurunan fungsi indera pengecapan dan penciuman, alis mata rontok, keringat berkurang.

Diagnosa mudah dengan membuat test darah sederhana, mengukur jumlah hormon gondok ( TSH ) dari kelenjar-kelenjar pituitari. Tinggi TSH akan menunjukkan tingkatan kelenjar pituitari. Jika tinggi, maka akan diukur dengan test thyroxine ( T4 ). Pemeriksaan fisik menunjukkan tertundanya pengenduran otot selama pemeriksaan refleks. Pemeriksaan rontgen dada bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi tiroid, biasanya menunjukkan kadar T4 yang rendah dan kadar TSH yang tinggi.

Riset baru memberi kesan untuk beberapa orang terhadap campuran hormon gondok ( T4 dan T3 ) agar lebih baik dan membantu mereka merasakan lebih normal. Masalah kelenjar pituitari, yang terjangkit gondok atau tidak. Perlakuan ini harus diarahkan terhadap kelenjar pituitari. Apabila Kekurangan yodium dapat menyebabkan hypothyroidism dan dilakukan pemeriksaan secara serius.

Orang tua lebih beresiko terkena penyakit ini. Tujuh belas persen ( 17% ) wanita dan 8% laki-laki terkena hypothyroidism. Hypothyroidism diobati dengan pemberian hormon tiroid, yaitu dengan memberikan sediaan per-oral (lewat mulut). Pengobatan pada penderita usia lanjut dimulai dengan hormon tiroid dosis rendah, karena dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan efek samping yang serius. Dosis diturunkan secara bertahap sampai kadar TSH kembali normal. Pengobatan ini biasanya dilakukan terus sepanjang hidup penderita. Dalam keadaan darurat, hormon tiroid bisa diberikan secara intravena.
Perlu dilakukan diagnosa terhadap penyakit hypothyroidism tersebut. Terapinya dengan penggantian hormon gondok diuji terhadap fungsi gondok, mencakup thyroid-stimulating hormon ( TSH ), apalagi sebelum merencanakan kehamilan, sebab resiko yang timbul adalah terjangkitnya penyakit tersebut terhadap bayi yang dikandung nanti. Maka dilakukan pengetesan agar tidak terkena hypothyroidism selama kehamilan.

II.1.2. Hyperthyroidism

Paling umum tipe hyperthyroidism diproduksi dari overactivity kelenjar gondok. Ini mengandung racun yang disebut goiter : yang mengandung racun tanda-tanda nya bisa dilihat dari kondisi demam pasien, jika ” mengandung racun ” terinfeksi, dan disebabkan oleh goiter, maka akan dapat memperluas kelenjar. Goiter juga dikenal dengan Graves’ disease.

Perkembangnya goiter ini sama seperti Graves’ disease, yang akan menghasilkan terlalu banyak hormon gondok. Kelenjar pada umumnya lebih besar dan akan tumbuh cukup besar, tumbuh menonjol keluar di depan leher. Pembentukan pembesarannya terjadi pada leher, atau tidak pembentukan sama sekali. Jika goiter kecil dapat dirasakan dengan adanya gumpalan di leher. Ini adalah bentuk hyperthyroidism kelenjar gondok, dan itu dirasakan di leher saat menelan.

Berkembangnya hyperthyroidism, dapat mengakibatkan kehilangan berat badan biarpun selera makan tinggi. Badan terasa gelisah dan gugup dan temperan tinggi. Berkeringat lebih banyak dan tidak tahan kepanasan. Kulit secara terus-menerus tipis menjadi dan lembut, dan bisa juga mengakibatkan kebotakan pada rambut. Kuku tumbuh dengan cepat, sehingga sulit mengontrol kuku agar tetap bersih. Juga dapat mengakibatkan gatal-gatal pada kulit.

Pemeriksaan hyperthyroidism terhadap wanita lebih diutamakan. Pertama, terhadap gondok yodium yang radioaktif, ini digunakan untuk diagnosa hyperthyroidism, baik sebagai radioiodine dengan perlakuan hyperthyroidism, dan harus ke dokter untuk ditest. Setelah ditest dokter akan memeriksa penyakit tersebut dan menguji pengobatan terhadap antithyroid atau yodium radioaktif. Atau kontrol hyperthyroid sebelum kehamilan. Atau kemungkinan dilanjutkan dengan pengobatan antithyroid terhadap kehamilan. Intik iodium adalah 100-150 mg / hari dan sudah memenuhi kecukupan gizi. Kandungan iodium urine sama dengan level intik dan dapat digunakan untuk memperkirakan konsumsi iodium. Defisiensi iodium terjadi dengan intik < 50mg / hari. Orang yang mengkonsumsi <50mg / hari beresiko untuk berkembang menjadi goiter. Goiter hampir selalu disebabkan intik <10mg / hari. Goiter adalah pembesaran atau hypertrophy dari kelenjar thyroid.

Grade goiter ada 3 yaitu :

Pembesaran, kecil dapat dideteksi dengan palpasi

Leher yang tebal

Pembengkakan yang besar yang terlihat dari jarak jauh

Komplikasi serius dari defesiensi iodium adalah cretinism. Sebaran goiter pada masyarakat yang dialami adalah ± 2% populasi cretin. Cretin berdampak retardasi mental dan mempunyai karakterinsik penampilan wajah dan lidah besar. Beberapa diantaranya bisu dan tuli, kerdil, diplegia dan quadriplegia juga dapat terjadi. Cretin berasal dari defesiensi iodium maternal, yaitu diet yang berhubungan dengan kegagalan lahir. Kerusakan mental dan fisik pada cretin tidak dapat kembali. Kerusakan ini dapat dicegah dengan memberikan iodium pada ibu yang deficient pada awal kehamilan.

Goiter mudah didiagnosa dengan terjadinya pembengkakan di tenggorokan. Creatinism susah didiagnosa karena muncul dengan berbagai cara yang berbeda. Kerusakan yang timbul menggambarkan pentingnya hormon thyroid pada perkembangan janin.

Defisiensi iodium dan hubungan guiter dan Creatinism diatasi melalui program kesehatan masyarakat meliputi fortifikasi garam dan suntikan minyak iodium. Garam dapat difortifikasi dengan iodida (KI) atau iodat (KIO3).

II.2. Tanda-Tanda Dan Gejala Graves’ Disease

Kelemahan otot, terutama menyertakan lengan bagian atas dan paha, lemah pada kaki ditandai dengan susah berdiri dan lebih sering jongkok. Dan pada kali ini tangan terasa gemetaran boleh menjadi sangat keras dan tidak dapat membawa secangkir kopi. Denyut nadi cepat. Adakalanya berdenyut dengan cepat, menyebabkan cepatnya detak jantung, mencret, dan perut sering mules.

Kebanyakan wanita, siklus haidnya mengalami perubahan. Atau perpanjangan masa haid. Haid tidak teratur, sehingga mengakibatkan sulit hamil, atau terjadi keguguran.

II.2.1. Mata Kusut

Tingginya kelopak mata bagian atas. Jika terserang Graves’ disease radang mata menonjol keluar, masalah mata adalah masalah yang pertama apabila terkena hyperthyroid. Kejadianya berbeda-beda, adakalanya dipisahkan dari satu yang lain, penyakit ini ditunjukkan juga pada Graves’ disease.

Penyakit mata tersebut merupakan satu masalah pada hyperthyroidism yang disebabkan oleh Graves’ disease. Kondisi lain untuk Graves’ disease adalah terdapat pada jari-jari tangan atau kaki. Ini disebut pretibial myxedema, dan mengambil bentuk tidak halus, kemerah-merahan pada kulit. Tetapi kadang terasa sakit kadang tidak terasa. Mata susah digerakkan adalah gejala dari Graves’ disease, pretibial myxedema juga sering terjadi. Gejala Graves’ disease ini antara lain lemahnya otot badan. Turunnya level darah, yang mana fungsi otot tidak normal.

II.2.2. Penyebab Graves’ Disease

Grave’s disease adalah penyakit autoimmune yang berupa kegagalan sistem immune sehingga berakibat penghancuran atau stimulasi jaringan thyroid. Gejala dari gangguan fungsi thyroid dalam bentuk low(hipo-) ataupun overactive(hiper-) thyroid adalah non spesifik yang dapat berjalan pelan ataupun tiba-tiba yang memberikan tanda-tanda seperti keletihan, nervousness, intolerant terhadap dingin ataupun panas, lemah, perubahan pada tekstur dan jumlah rambut, berat yang meningkat ataupun menurun. Diagnose dari penyakit thyroid ini dapat dilakukan melalui pemeriksaan dilaboratorium yang memadai.

Simtoms dari hipothyroidism dapat dikontrol dengan memberikan pil hormon; namun demikian, komplikasi dari over- atau under- replacement dari penggunaan pil hormon tersebut dapat terjadi. Treatment dari hiperthyroidism memerlukan pemberian obat anti-thyroid dalam rentan waktu therapi yang cukup lama atau dapat pula dilakukan perusakan dari thyroid gland dengan radioaktif iodine atau melalui pembedahan. Kedua cara treatment tersebut dapat memberi dampak yang beresiko tinggi dan minimal memberikan dampak samping dimasa mendatang.

Graves’ disease disebabkan banyak faktor, faktor keturunan, kekebalan tubuh, hormon sek , dan ketegangan. Faktor keturunn juga bisa mengakiabtkan graves’ disease, atau gejala hyperthyroidism.

Pentingnya mengetahui Graves’ disease ini dan juga menunjukan kemampuan faktor yang lain. Jelas nampak banyak faktor beda yang dapat “pemicu” Graves’ disease ini. Banyak spesialis percaya penyebabnya adalah hyperthyroidism, untuk itu perlu kita ketahui kondisi pasien terlebih dahulu, seperti kematian penderita, yang disebabkan oleh penyakit ini. Hormon seks juga penting, umumnya penyakit ini sering diderita oleh wanita dari pada laki-laki.

Tipe hyperthyroidism ini bisa juga dari faktor keturunan. atau mungkin gejala gondok abnormalities dari salah satu keluarga baik dari orang tua atau dari nenek, dari bibi, paman, teman, atau lingkungan lainnya.

Mekanismenya tidak diketahui, zat yang disebut autoantibodies kelihatan pada darah. Ini autoantibodies mengikat untuk sel kelenjar gondok dan merangsang gondok untuk overactivity oleh mimicking efek gondok kelenjar pituitari hormon. Ini disebabkan kelenjar gondoknya meluas. Dengan demikian, sebagai kontrol dari kelenjar kelenjar pituitari, agar situasinya normal, ataupun abnormal dengan antibodies darah. Buruknya kekebalan tubuh menggolongkan Graves’ disease umumnya penyakit spontan yang berkembang dengan cepat.

II.3 Fungsi Kelenjar Tyroid Terhadap Kehamilan

Fungsi kelenjar gondok normal pada kehamilan, walaupun wanita-wanita hamil normal sering ditandai dengan hyperthyroidism, seperti deman, jantung, berkeringat, dan demam tidak teratur. Metabolisme tubuh juga meningkat selama kehamilan, gejalanya terlihat jelas pada hyperthyroidism, dan sering terjadi pada wanita hamil. Kelenjar gondok normal boleh lebih besar pada saat kehamilan, tetapi bahkan lebih sederhana berarti umumnya kelenjar diperbesar dan memerlukan pemeriksaan. Dengan serum thyroxine ( T4 ) dan triiodothyronine ( T3 ) terhadap tingginya estrogen, dan juga pertambahan gondok hormone-binding pada pemusatan protein. Walaupun fungsinya sementara lebih sulit untuk diketahui, produksi hormonnya normal pada saat wanita hamil. Dengan pemeriksaan darah yang sederhana sudah dapat diketahui kelainan ini sehingga segera dapat dilakukan pengobatan yang tepat, dengan demikian tubuh akan kembali ke keadaan yang normal.

II.4. Penyakit Gondok Selama Kehamilan

II.4.1. Hypothyroidism

Diagnosa mudah dengan membuat testt darah sederhana, mengukur jumlah hormon gondok ( TSH ) dari kelenjar-kelenjar pituitari. Tinggi TSH akan menunjukkan tingkatan kelenjar pituitari. Jika tinggi, maka akan diukur dengan test thyroxine ( T4 ). Pemeriksaan fisik menunjukkan tertundanya pengenduran otot selama pemeriksaan refleks. Pemeriksaan rontgen dada bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi tiroid, biasanya menunjukkan kadar T4 yang rendah dan kadar TSH yang tinggi. Ini merupakan kelainan kelenjar thyroid yang terbanyak pada anak. Biasanya tidak disertai pembesaran dari kelenjar thyroid. Jika pasien hamil terkena hypothyroidism, maka dokter dapat melakukan test TSH. Untuk wanita tidak hamil test ini bisa juga dilakukan.

II.4.2. Hyperthyroidism

Penyebab yang paling umum ( lebih dari 70% orang) adalah produksi berlebih dari hormon tiroid oleh keseluruhan kelenjar tiroid. Kondisi ini juga dikenal sebagai graves’ disease. Graves’ disease disebabkan oleh zat antibodi di dalam darah yang merangsang tiroid untuk tumbuh dan mengeluarkan terlalu banyak hormon tiroid. Hipertiroidisme jenis ini cenderung menyerang keluarga-keluarga, dan itu lebih sering terjadi pada wanita-wanita muda. Belum diketahui secara pasti mengapa lebih banyak menyerang wanita-wanita muda. Jenis lain hipertiroidisme adalah yang ditandai oleh satu atau lebih bongkol yang kecil-kecil atau gumpalan di tiroid yang secara berangsur-angsur tumbuh dan meningkatkan aktivitas mereka sedemikian sehingga total keluaran hormon tiroid ke dalam darah lebih besar dari keadaan normal. Kondisi ini dikenal sebagai toxic nodular atau multinodular goiter. Selain itu, orang-orang bisa sementara mengalami gejala hipertiroidisme jika mereka mempunyai suatu kondisi yang disebut tiroiditis. Kondisi ini adalah disebabkan oleh suatu masalah dengan sistem imun atau suatu infeksi/peradangan karena virus yang menyebabkan kelenjar kebocoran hormon tiroid. Selain itu dapat juga disebabkan oleh pengambilan terlalu banyak hormon tiroid dari tablet.

Pada hyperthyroidism, apapun penyebabnya terjadi peningkatan fungsi tubuh:

1. Jantung berdetak lebih cepat dan bisa terjadi kelainan irama jantung, yang bisa menyebabkan palpitasi (jantung berdebar-debar).

2. Tekanan darah cenderung meningkat.

3. Tangan memperlihatkan tremor (gemetaran) halus.

4. Nafsu makan bertambah, tetapi berat badan berkurang.

5. Sering buang air besar, kadang disertai diare.

6. Terjadi perubahan pada mata : bengkak di sekitar mata, bertambahnya pembentukan air mata, iritasi dan peka terhadap cahaya.

II.5. Masalah Gondok Setelah Kehamilan

Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok terletak di leher bagian depan yang berfungsi mengatur metabolisme tubuh dan bertanggung jawab atas normalnya kerja setiap sel tubuh. Kelenjar tiroid ini memproduksi hormon yang disebut hormon tiroksin, dimana yodium merupakan unsur penting hormon tersebut. Pada orang yang kekurangan yodium ini kelenjar tiroid bekerja sangat aktif sehingga membesar dan mudah terlihat menonjol. Inilah yang disebut gondok. Penyakit kelenjar tiroid ini termasuk penyakit yang sering ditemukan di masyarakat, merupakan penyakit endokrin kedua terbanyak terbanyak setelah penyakit kencing manis (Diabetes Melitus). Wanita lebih banyak terkena penyakit ini. Untuk mengetahui keadaan kelenjar tiroid ini, bisa dilakukan dengan pemeriksaan darah di laboratorium. Hampir semua penyakit kelenjar tiroid dapat disembuhkan termasuk kanker tiroid. Jika kita melakukan deteksi dini dan diobati dengan tepat pasti penyakit ini akan sembuh.

Saat ini di masyarakat sering terdapat pemahaman yang keliru tentang penyakit tiroid khususnya penyakit hipertiroid yang disebut penyakit graves pada wanita hamil. Wanita hamil yang menderita hipertiroid tidak diperbolehkan makan obat tiroid sama sekali. Sebenarnya dengan penanganan dan pengawasan ahli medis bisa diatur agar orang dengan hipertiroid hamil dengan aman. Jika seseorang mengalami kelainan tiroid (dalam bentuk apapun) dan berencana untuk hamil segera beritahu dokter. Dokter akan mengatur kadar hormon tiroidnya dengan cermat selama kehamilan. Wanita yang menderita hipertiroid, kesuburannya dapat terganggu karena siklus menstruasi yang panjang tidak melepas telur dari ovarium. Bila sudah terjadi pembuahan perkembangan janin terganggu atau dapat terjadi keguguran (abortus). Keadaan ini dapat dicegah dengan obat-obatan anti tiroid. Bila hipertiroid tidak diobati secara adekuat (berkelanjutan) dapat menyebabkan abortus, sebaliknya pengobatan yang berlebihan menyebabkan janin menderita gondok, persalinan menjadi sulit dan perkembangan otak janin bisa terganggu. Oleh karena itu, obat yang akan diberikan sangat hati-hati, berikan dosis serendah mungkin yang dapat menormalkan kadar hormon tiroid.

II.6. Masalah Kelenjar Thyroid Ibu Akan Berdampak Pada Bayi

Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang memiliki masalah hormon thyroid pada awal masa kehamilannya akan membuat bayi mereka berisiko tinggi dalam hal perkembangan fisik dan mentalnya. Penelitian yang dilakukan terhadap para ibu yang memiliki tingkat hormon thyroid yang rendah pada masa awal kehamilan memberikan dampak dan pengaruh yang sangat berarti pada bayi mereka setelah kelahiran, walaupun masalah gangguan hormonal thyroid si ibu tidak memperlihatkan gejala sama sekali.

Ibu yang memiliki tingkat hormon thyroid yang rendah memiliki bayi dengan perkembangan fisik maupun mental yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan oleh ibu yang memiliki tingkat hormon thyroid normal. Penelitian tersebut juga memperlihatkan adanya kaitan antara umur kehamilan (kurang dari 12 pekan) pada ibu yang memiliki tingkat hormon thyroid yang rendah dengan perkembangan fisik maupun mental bayi mereka, namun hal tersebut tidak memperlihatkan hasil yang sama pada usia kehamilan lebih dari 12 pekan. Pasangan yang memiliki catatan medis ibu mereka dengan tingkat hormon thyroid yang rendah, yang disertai komplikasi kandungan lebih dianjurkan untuk mengikuti program skrining thyroid secara teratur dan berkala pada saat mereka akan memulai membentuk keluarga.

Walaupun ibu masih menyusui, dia tetap akan diperbolehkan untuk minum obat anti tiroid. Karena ekskresi pada air susu (ASI) sangat sedikit sehingga tidak berdampak pada bayi. Gejala tiroid hiperaktif (hipertiroid), antara lain berat badan menurun, banyak keringat, emosional, berdebar, gemetar, mata melotot dan kelenjar gondok membesa. Bagaimana cara mendiagnosanya? untuk memastikan gejala-gejala di atas akibat hipertiroid dokter akan melakukan pemeriksaan di laboratorium. Pengobatan, selain dengan obat-obatan anti tiroid, mau tidak mau harus dioperasi atau dengan memberikan yodium dalam jumlah tertentu

II.7. Postpartum Tyroid Pada Ibu

II.7.1. Pre-existing Thyroid Disease.

Hipertiroid adalah suatu keadaan hiperaktivitas kelenjar tiroid sehingga menyebabkan sintesis (produksi) hormon tiroid berlebihan dan peningkatan metabolisme dalan jaringan tubuh. Hipertiroid ini umumnya timbul pada saat usia antara 10-15 tahun. Penyebab penyakit ini berbagai macam, dan umumnya penyebab timbulnya hipertiroid berbeda menurut usia (misal, penyakit Graves, toksik adenoma, gondok, infeksi, tumor. Hal yang dapat menjadi masalah adalah hubungan wanita yang pernah menderita hipertiroid dengan fertilitas / kesuburan. Wanita yang pernah diterapi untuk penyakit Grave atau tiroiditis Hashimoto (penyebab hipertiroid) masih bisa hamil, sebab pasien tersebut akan subur kembali setelah terapi selesai.

Thyroid merupakan kelenjar yang berada di daerah leher. Kelenjar ini menghasilkan beberapa hormon yang diperlukan untuk aktivitas tubuh sehari-hari. Gangguan thyroid ini adalah gangguan fungsi hormon yang diproduksi menjadi meningkat atau menurun. Apabila mengalami gangguan yang disebut hypothyroid, karena ada penurunan produksi hormone thyroid. Bila sedang dalam terapi dengan fungsi thyroid belum stabil, maka sebaiknya tunda dulu kehamilan sampai fungsi thyroid sudah stabil, terkontrol dengan baik. Pengobatan yang sedang dijalani dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dalam kandungan, bila hamil saat ini. Bila hamil masih dalam kondisi hypothyroid berat, anak dapat lahir lebih kecil dari umumnya bayi normal, dengan adanya kemungkinan terjadinya retardasi mental. Kalau memang hamil dan melahirkan dalam kondisi seperti saat ini, maka bayi harus dipantau dengan ketat, dan dapat diberikan terapi kepada bayi.

II.7.2. Postpartum Thyroiditis

Kekurangan yodium pada janin akibat ibunya kekurangan yodium. Keadaan ini akan menyebabkan besarnya angka kejadian lahir mati, abortus, dan cacat bawaan, yang semuanya dapat dikurangi dengan pemberian yodium. Akibat lain yang lebih berat pada janin yang kekurangan yodium adalah kretin endemik. Kretin endemik ada dua tipe, yang banyak didapatkan adalah tipe nervosa, ditandai dengan retardasi mental, bisu tuli, dan kelumpuhan spastik pada kedua tungkai. Sebaliknya yang agak jarang terjadi adalah tipe hipotiroidisme yang ditandai dengan kekurangan hormon tiroid dan kerdil.
Penelitian terakhir menunjukkan, transfer T4 dari ibu ke janin pada awal kehamilan sangat penting untuk perkembangan otak janin. Bilamana ibu kekurangan yodium sejak awal kehamilannya maka transfer T4 ke janin akan berkurang sebelum kelenjar tiroid janin berfungsi.

Jadi perkembangan otak janin sangat tergantung pada hormon tiroid ibu pada trimester pertama kehamilan, bilamana ibu kekurangan yodium maka akan berakibat pada rendahnya kadar hormon tiroid pada ibu dan janin. Dalam trimester kedua dan ketiga kehamilan, janin sudah dapat membuat hormon tiroid sendiri, namun karena kekurangan yodium dalam masa ini maka juga akan berakibat pada kurangnya pembentukan hormon tiroid, sehingga berakibat hipotiroidisme pada janin.

Yang sangat penting diketahui pada saat ini, adalah fungsi tiroid pada bayi baru lahir berhubungan erat dengan keadaan otak pada saat bayi tersebut lahir. Pada bayi baru lahir, otak baru mencapai sepertiga, kemudian terus berkembang dengan cepat sampai usia dua tahun. Hormon tiroid pembentukannya sangat tergantung pada kecukupan yodium, dan hormon ini sangat penting untuk perkembangan otak normal.
Di negara sedang berkembang dengan kekurangan yodium berat, penemuan kasus ini dapat dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh darah balik talipusat segera setelah bayi lahir untuk pemeriksaan kadar hormon T4 dan TSH. Disebut hipotiroidisme neonatal, bila didapatkan kadar T4 kurang dari 3 mg/dl dan TSH lebih dari 50 mU/mL.

Pada daerah dengan kekurangan yodium yang sangat berat, lebih dari 50% penduduk mempunyai kadar yodium urin kurang dari 25 mg per gram kreatinin, kejadian hipotiroidisme neonatal sekitar 75-115 per 1000 kelahiran. Yang sangat mencolok, pada daerah yang kekurangan yodium ringan, kejadian gondok sangat rendah dan tidak ada kretin, angka kejadian hipotiroidisme neonatal turun menjadi 6 per 1000 kelahiran. Dari pengamatan ini disimpulkan, bila kekurangan yodium tidak dikoreksi maka hipotiroidisme akan menetap sejak bayi sampai masa anak. Ini berakibat pada retardasi perkembangan fisik dan mental, serta risiko kelainan mental sangat tinggi. Pada populasi di daerah kekurangan yodium berat ditandai dengan adanya penderita kretin yang sangat mencolok.

II.7.3. Solitary Thyroid Nodule in Pregnancy

Badai tiroid adalah suatu aktivitas yang sangat berlebihan dari kelenjar tiroid, yang terjadi secara tiba-tiba. Badai tiroid bisa menyebabkan: demam, kegelisahan, perubahan suasana hati, kebingungan, kelemahan dan pengkisutan otot yang luar biasa, perubahan kesadaran (bahkan sampai terjadi koma), pembesaran hati disertai penyakit kuning yang ringan. Badai tiroid merupakan suatu keadaan darurat yang sangat berbahaya dan memerlukan tindakan segera.Tekanan yang berat pada jantung bisa menyebabkan ketidakteraturan irama jantung yang bisa berakibat fatal (aritmia) dan syok. Badai tiroid biasanya terjadi karena hipertiroidisme tidak diobati atau karena pengobatan yang tidak adekuat, dan bisa dipicu oleh : infeksi, pembedahan, diabetes yang kurang terkendali, ketakutan, kehamilan atau persalinan, dan stress lainnya. Badai tiroid jarang terjadi pada anak-anak.

;

Tanda-tanda vital (suhu, nadi, laju pernafasan, tekanan darah) menunjukkan peningkatan denyut jantung. Tekanan darah sistolik bisa meningkat. Pemeriksaan fisik bisa menunjukkan adanya pembesaran kelenjar tiroid atau gondok. Untuk menilai fungsi tiroid dilakukan pemeriksaan, TSH serum (biasanya menurun), T3, T4 (biasanya meningkat). Selain itu ada juga berbagai test yang digunakan untuk diagnosa Hipertiroidisme misalnya, test darah hormon thiroid, .X-ray scan, CAT scan, MRI scan.( untuk mendeteksi adanya tumor). Penyakit ini juga mengubah hasil yang menyangkut beberapa test yaitu : Vitamin B-12 , TSI , trigliserid , RT3U , pengambilan yodium radioaktif , glukosa test , kolestrol test , antitiroglobulin antibodi.

BAB III

KESIMPULAN

Fisiologi kelenjar gondok serta perkembangan kelenjar fetal dibahas agak mendalam guna mengerti akibat yang akan terjadi apabila terjadi gangguan intrinsik, gangguan dari luar pada pembentukan kelenjar itu sendiri ataupun pembentukan hormon. Dari perkembangan susunan saraf pusat yang ternyata thyroid hormone dependent ini, dapat diambil kesimpulan bahwa hormon thyroid harus cukup selama bayi dikandung. Adanya kekurangan hormon, terutama pada masa vulnerabel memberikan gangguan perkembangan mental, neurologik atau somatik tergantung pada fase mana yang paling terhambat waktu itu. Irreversibilitas keterlambatan ssp ini mengharuskan membuat diagnosa dan memberi pengobatan secepatnya dan setepatnya. Klinik perlu diketahui tanda-tanda hipothyroidi, baik congenital, juvenile atau adolescent. Demikian juga kretin endemik. Perbedaannya pada kretin endemik ini merupakan fakta irreversibel dan hanya dapat dicegah dengan program menyeluruh. Usia tiga tahun merupakan usia kritik dimana sesudah ini, kasus hipothyroidi tidak mempunyai lagi kesempatan untuk lebih baik mental performance-nya atau kelainan sarafnya. Bagi kasus hipothyroidi (bukan karena defisiensi Iodine) apapun sebabnya harus diberikan hormon substitusi selama hidup, sedangkan kasus karena defisiensi Iodine diberi Iodine.

Pengalaman penulis terutama terletak pada penderita-penderita dengan sporadic congenital hypothyroidism. Kebanyakan dari penderita ini dikira seorang penderita Down ssyndrome atau anak pendek saja yang kebetulan bodoh. Sebetulnya kalau ada seorang anak menunjukkan sifat-sifat pendek, tertinggal perkembangannya, bodoh dan malas, kita harus sudah curiga ke arah hypothyroidism. Apalagi kalau terdapat gejala-gejala lain seperti kulit kering, tak pernah berkeringat, muka yang sembab (myxoedema), obstipasi, hernia umbilicalis, hypothermia, abdomen yang besar, mucroglossi dan sebagainya. Atas dasar ini saja kemungkinan bahwa kita sedang menghadapi seorang anak dengan congenital hypothyroidism sudah besar sekali. Kalau ada fasilitas, kita tambah pemeriksaan dengan : Hb (yang biasanya rendah), cholesterol yang meninggi dan bone age yang sangat tertinggal. Sekarang di klinik modern ditambah dengan pemeriksaan radio isotop seperti Iodine-uptake test, scanning dan kadar hormon thyroid dalam darah. Kalau fasilitas tidak ada untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dan kita mencurigai suatu hypothyroidism, maka tidak ada salahnya jika kita mencoba memberikan pulvus thyroid pada penderita-penderita ini dan kita mengobservasi saja. Jika ada perubahan menjurus ke perbaikan, yang biasanya terlihat pada minggu ke dua atau ke tiga, maka diagnosis hampir pasti. Dosis pulvus thyroid mula infeksi, cyste, neoplasma dan sebagainya. Tetapi di dalam klinik ternyata bahwa pada anak lebih banyak ditemukan akibat dari kelainan bawaan (congenital). Sedangkan pada orang dewasa umumnya kelainan yang terjadi bersifat diperoleh (acquired). Disamping itu pada anak terdapat hypofungsi sedangkan pada orang dewasa lebih banyak hyperfungsi dari kelenjar thyroid. Dalam garis besar untuk praktisnya kita dapat membagi kelainan thyroid sebagai berikut :

Euthyroid

Hyperthyroidism (thyrotoxicosis)

Hypothyroidism

Ketiga-tiganya bisa dengan atau tanpa kelainan anatomik. Banyak dijumpai pada anak remaja, terutama wanita. Pembesaran kelenjar thyroid tidak jelas, secara klinis menunjukkan kelainan fungsi thyroid. Biasanya mereka datang ke dokter karena alasan kosmetik. Di dalam klinik disebut : simple goiter atau non-toxic struma. Hypothesis mengenai penyebab dari timbulnya simple goiter ini masih beraneka ragam. Tetapi perlu diperhatikan bahwa simple goiter ini terbanyak ditemukan pada anak yang sedang dalam proses pertumbuhan yang pesat. Diagnostik dari kelainan ini biasanya tidak sukar, walaupun kita tidak mempunyai fasilitas yang lengkap.. Yang perlu disingkirkan ialah kemungkinan adanya toksikosis, hypofungsi, infeksi dan neoplasma. Dalam hal-hal yang meragukan, suatu klinik dengan fasilitas yang lebih lengkap akan dapat memberikan jawaban. Jarang pada anak, biasanya ditangani oleh klinik spesialis. Gejala-gejala nya tidak banyak beda dengan pada orang dewasa, yaitu : adanya penurunan berat badan, gelisah, cepat tersinggung, tidak tahan panas, kulit yang lembab dan panas, exophthalmus dan sebagainya. Hypothyroidism. Ini merupakan kelainan kelenjar thyroid yang terbanyak pada anak. Biasanya tidak disertai pembesaran dari kelenjar thyroid. Berbagai textbook memberikan klasifikasi yang berbeda untuk hypothyroidism ini. Ada yang berdasarkan endemicor sporadic, congenital or acquired, atau atas dasar etiologi.

Agar bekerja sebagaimana mestinya, kelenjar tiroid memerlukan sejumlah kecil yodium; jumlah yodium yang berlebihan bisa menurunkan jumlah hormon yang dibuat dan mencegah pelepasan hormon tiroid.Karena itu untuk menghentikan pelepasan hormon tiroid yang berlebih, bisa diberikan yodium dosis tinggi.Pemberian yodium terutama bermanfaat jika hipertiroidisme harus segera dikendalikan (misalnya jika terjadi badai tiroid atau sebelum dilakukan tindakan pembedahan).

3 Responses to “Thyroid Disease”

rambutlebat, on April 28th, 2008 at 8:28 am Said:

Dulu rambut saya rontok dan pitak, bahkan nyaris botak, sekarang rambut saya tumbuh tebal

dan lebat kembali, tanpa menghabiskan biaya jutaan rupiah, tanpa konsumsi obat2an, tanpa operasi,

dan benar2 mujarab,

sangat jarang sekali orang lain yang menggunakan cara saya ini, karena saya sendirilah yang menemukan rahasia ini

dan hasilnya sangat mujarab anda ingin tahu rahasianya? kirim email ke saya dengan subject “PESAN RAHASIA PENUMBUH RAMBUT”

email : gratisfren@yahoo.com

3 Responses to “Thyroid Disease”

rambutlebat, on April 28th, 2008 at 8:28 am Said:

Dulu rambut saya rontok dan pitak, bahkan nyaris botak, sekarang rambut saya tumbuh tebal

dan lebat kembali, tanpa menghabiskan biaya jutaan rupiah, tanpa konsumsi obat2an, tanpa operasi,

dan benar2 mujarab,

sangat jarang sekali orang lain yang menggunakan cara saya ini, karena saya sendirilah yang menemukan rahasia ini

dan hasilnya sangat mujarab anda ingin tahu rahasianya? kirim email ke saya dengan subject “PESAN RAHASIA PENUMBUH RAMBUT”

email : gratisfren@yahoo.com
malia, on June 30th, 2008 at 5:40 am Said:

Dokter yth.

Saya ibu berumur 30 th. Lebih kurang 1 tahun setelah melahirkan anak pertama pada bulan September 2007 yang lalu, saya di vonis oleh dokter menderita penyakit hyperthyroid. Lalu saya mengkonsumsi PTU untuk mengatasi penyakit tersebut.

Lalu akhir bulan April 2008, saya diminta oleh dokter untuk periksa laboratorium lagi untuk pemeriksaan TsHs dan FT4, hasilnya menunjukkan hormon thyroid saya sudah berada dalam keadaan normal. Meskipun demikian, dokter masih tetap melanjutkan pemberian PTU untuk saya konsumsi.

Akan tetapi di pertengah bulan Juni 2008, saya diketahui sedang positif hamil, dan hal ini saya konfirmasikan kepada dokter thyroid saya. Lalu beliau menghentikan pemberian PTU kepada saya, akan tetapi saya diharuskan untuk kontinyu melakukan pemeriksaan FT4 dan TsHs setiap bulan selama masa kehamilan. Setelah konsumsi PTU diberhentikan, saya lalu mengadakan pemeriksaan lab kembali dan hasilnya menunjukkan TsHs hasil : 0,0280 (rujukan 0,35-4,94) dan FT4 hasil : 1,6 (rujukan 0,71-1,85).

Saya khawatir dengan hasil lab ini, bagaimanakah menurut dokter sebaiknya yang saya lakukan?

Amalia, Jkt

Sumber:  parbutaran.wordpress.com/2008/01/28/thyroid-disease

20082008-08-25T11:32:30+00:00312008bUTCMon, 25 Aug 2008 11:32:30 +0000 22, 2008 - Posted by | ARTIKEL

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: