Chrysostoma Cleo

YESU UFAM TOBIE

Benjolan & fungsi Thyroid

TANYA:
 Dokter Jo & dokter2 yang lain, saya ingin
> melanjutkan
> diskusi ttg. subject ini, semoga masih berkenan.
>
> Saya sudah bertemu dengan dokter specialist
> internist
> di tempat saya tinggal. Menurut beliau, untuk saat
> ini
> benjolan di leher saya ini tidak membahayakan,
> karena
> fungsi thyroidnya masih normal, dan benjolan ini
> belum
> terasa mengganggu (memang saya tidak merasakan sakit
> sewaktu benjolan ini ditekan-tekan oleh dokter). Dan
> sarannya, obat kalium yodida dan thyrax (dari dakter
> THT) tetap dilanjutkan. Kemudian setelah 3 bulan
> mengkonsumsi obat ini, baru akan dicek lagi, dan
> mungkin perlu dibiopsi jika benjolannya tidak
> mengecil.
>
> Hasil pemeriksaan lab saya sbb:
> T3        : 87 (normal value, 45 - 137 ng/dl)
> Free T4   : 1.3 (normal value, 0.80 - 1.90 ng/dl)
> TSH-s     : 2.16 (normal value, 0.4 - 4.0 uIU/ml)
> apakah ini berarti fungsi thyroidnya normal?
>
> Saya sebenarnya agak kurang yakin dengan keterangan
> dari dokter tsb., bahwa benjolan ini tidak
> berbahaya.
> Saya coba mencari keterangan lain dari internet,
> kebetulan teman saya mendapatkan informasi yang
> lengkap dari
> www.nlm.nih.gov/medlineplus/encyclopedia
> ttg. medullary carcinoma of thyroid. Di artikel tsb.
> disebutkan bahwa untuk jenis kanker ini "thyroid
> function tests are usually normal".
>
> Sampai di sini saya agak bingung, sepertinya
> pernyataan di artikel tsb. kontradiksi dengan
> pernyataan dokter-dokter (yang memeriksa saya) yang
> selalu berpatokan pada hasil test fungsi yang tidak
> normal? bisa saya minta penjelasan tentang ini, Dok?
>
> Selain itu ada beberapa hal yang ingin saya
> tanyakan:
>
> 1. Apa sebenarnya gejala/indikasi dari medullary
> carcinoma of thyroid ini? selama ini saya tidak
> merasakan sakit yang berat, hanya sering capek,
> badan
> serasa melayang (berat badan menurun, padahal
> makannya
> normal), dan kepala sisi kiri kadang-kadang pusing.
>
> 2. Apakah ada efek samping kalau saya tetap minum
> obat
> kalium yodida dan thyrax, sementara fungsi thyroid
> saya normal (menurut dokter di sini)?
>
> 3. Seingat saya dulu, waktu adik saya pertama kali
> memeriksakan thyroidnya ke dokter, dokter bilang dia
> terkena struma, lalu dia diberi obat yang salah
> satunya sama seperti saya (kalium yodida). Namun
> setelah obatnya habis, benjolannya tidak kunjung
> mengempis. setelah itu dia tidak minum obat itu
> lagi.
> Beberapa tahun kemudian dia menunjukkan tanda-tanda
> seperti mata membesar (biji mata sepertinya akan
> keluar), tidak tahan cuaca panas (kepanasan sedikit,
> langsung minum es), sering berkeringat, mudah capek,
> sering tidur, dan sering gemetar/gugup. Apakah ini
> gejala hyperthyroid? apakah gejala ini akibat dari
> kebanyakan mengkonsumsi yodium?
>
> Sudah 3 hari ini saya menghentikan minum obat Thyrax
> dan kalium yodida (setelah 1 bulan mengkonsumsinya),
> sampai saya yakin bahwa obat ini tidak menambah
> masalah bagi thyroid saya.
>
> 4. Untuk mengatasi penyakit saya ini, sebaiknya
> seberapa sering saya harus datang/kontrol ke dokter
> ahli endocrinology?
>
> 5. Dan apa efek sampingnya jika kelenjar thyroid
> saya
> harus diangkat?
>
> Demikian pertanyaan saya. Mohon penjelasan lebih
> lanjut.

JAWAB:

Saya tidak setuju dgn. caranya dokter THT dan
Internist mengupas masalah anda. Masalah yg. membuat
"concern" adalah bukan funksi dari kelenjar thyroid
anda (apalagi anda tidak mempunyai symptom2/keluhan2
dari kekurangan atau kelebihan funksi dari kelenjar
thyroid-nya), tetapi yg. lebih penting apakah benjolan
itu adalah suatu benjolan jinak atau ganas (kanker).
Apalagi karena anda mempunyai family history yg. belum
terang yaitu kenapa dua saudari anda meninggal dari
kelenjar thyroid (jinak atau kanker?). Dan menurut
informasi anda sebelumnya bahwa ultrasound anda
menunjukan satu "solid" nodule (dan BUKAN
multiple/banyak "cystic" nodules sepengertian saya?).
Kebanyakan kanker thyroid mempunyai funksi yg. agak
kekurangan hormon(hypothyroid), tetapi bisa juga bisa
normal funksinya dan jarang sekali funksinya
berlebihan (hyperthyroid). Jadi funksi dari kelenjar
thyroid (yg. normal) tidak bisa utk. mengdiagnose
suatu kanker atau tidak. Obat2 yg. anda makan bisa
memperkecil benjolannya (sebagai test), tetapi tetap
tidak bisa meng-exclude suatu kanker atau tidak dgn.
pasti. Approach/jalan yg. paling rasional adalah
membuat thyroid scan (Iodine 123 atau Technetium scan)
seperti yg. saya ceritakan sebelumnya yaitu apakah
nodule itu "hot" atau "cold". Kalau scan-nya
menunjukan "hot" nodule, tidak perlu biopsy sebab
jarang sebagai kanker. Tetapi kalau nodule itu "cold"
di-scan-nya harus di-biopsy terutama kalau "solid"
didalam pemeriksaan ultrasound-nya. ((Kalau "cold"
nodule itu "cystic" didalam pemeriksaan
ultrasound-nya, cukup dgn. diambil cairannya dgn. fine
needle aspiration biopsy +/- pemeriksaan dari
sel2-nya; tetapi menurut anda khan bukan cystic tetapi
solid)).
Kalau tidak punya scan ditempat anda (Pontianak), ya
tetap harus dibiopsy kalau "solid" di ultrasound-nya
atau diambil cairannya kalau "cystic" (cuma ruginya
kalau solid tetapi juga akan "hot" di-scan-nya tetapi
karena tidak bisa dibuat scan-nya, jadi dibiopsy juga
yg. sebetulnya tidak perlu kalau hot discan-nya).
Harap ini tidak membingunkan anda. Memang agak susah
konsultasi melalui internet sebab banyak sekali data2
yg. saya ingin menetahui [[past medical history,
history of present illness, family history, social
history dll. yg. sangat penting utk. membuat arah
dari(differential) diagnosis dlm. kanker thyroid]] dan
susah dibahas/didapat melalui internet.
Harap ada teman2 sejawat/dokter di MLDI/Indonesia bisa
memberi nama dokter di Indonesia, misalnya di Jakarta
atau Bandung, yg. bisa memecahkan masalah anda dgn.
rasional, efisien dan safe. Kalau tidak bisa mendapat
nama dokter spesialis di Indonesia yg. berpengalaman
didalam persoalan ini, coba konsultasi ke Singapore
saja, khan Jakarta dan Singapore sama jauhnya dari
Potianak.
BH Jo, MD
About these ads

20082008-08-30T04:32:07+00:00312008bUTCSat, 30 Aug 2008 04:32:07 +0000 22, 2008 - Posted by | DISKUSI

2 Komentar »

  1. di jakarta ada dokter spesialis yang menangani thyroid namanya Prof DR Sarwono Waspaji,praktek di MMC tiap hari seni dan jumat jam 17.00 sampai selesai.saya mempunyai keluhan yang sama ,tyroid normal, tapi harus menjalani operasi untuk mengetahui nodul tersebut jinak atas ganas

    Komentar oleh elvisofyan | 20082008-09-23T04:19:11+00:00302008bUTCTue, 23 Sep 2008 04:19:11 +0000 22, 2008 | Balas

  2. coba ke Prof Sidhartawan Soegondo di RS. Husada Mangga besar jakarta. beliau spesialis thyroid. Highly Recommended!

    Komentar oleh Lydia | 20122012-05-30T08:02:29+00:00312012bUTCWed, 30 May 2012 08:02:29 +0000 22, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: